Bioskop mungkin rumah kedua, buat seorang Pebik tahun ini. Semua film kalau di rekomendasi orang biasanya langsung di tonton. Kalau orang nge-tweet eh si A bagus, besoknya Pebik udah nangkring di Bioskop.
Sejauh 2017 berjalan,dan nyaris habis banyak sekali film-film bagus, dan film-film yang B aja, sampai film jelek pun saya jabanin (walau berakhir nyesal dan duit udah buat bioskop aje)
Selerah saya masih tidak jauh-jauh dari suka film action, comedy, heroic ala Marvel suka sekali.
Saya yakin nanti kalau punya anak laki-laki semua baju nya tema marvel, dan saya kasih mainan Marvel semua #smirk.
Oke langsung saja, bagus sebuah film di tandai dari seorang Pebik yang rela nonton dua kali ke bioskop, yak dua kali. Boros? Kan bisa nonton di laptop ( yakale action dan sound nya terasa beda aja apalagi rumah saya TV nya bukan sekelas home teater )
Oke mari hentikan basa-basi basi ini. Langsung saja di urutan pertama Best Movie 2017 ala Pebik di menangkan oleh:
1.Guradian of the Galaxy 2
I do love this move so much. Malah film ke dua nya ini jauh lebih bagus dari yang pertama menurut saya,
Marvel yang di bumbui humor hukumnya wajib.
Dan film Marvel ini memenangkan hati saya, humor tidak murahan, terasa lucu. Berakhir sedih dari sosok Yondu.
Ah you should watch it Marvel lovers 😂
2. Baby Driver
Kenapa bukan fast and furious 7, saya sudah muak dengan film action itu. Terlalu memaksakan. Saya butuh yang baru dan segar.
Saya kasih nilai ini film 9,5/10
Bagus sekali.
Film ini kalau saya lihat tidak masuk di bioskop langganan saya, ada diskriminasi. Tapi memang jodoh jadi saya nonton di tempat lain dan BOOMB! Saya nonton dua kali.
Film berkisah tentang seorang remaja tanggung, Baby (Ansel) adalah seorang anak muda yang mengalami gangguan pendengaran, nah jf you ever listen about kalau ada Indra satu yang mempunyai kekurangan otomatis Indra lain jauh lebih peka.
Baby disini sangat lihai dalam nyetir. Mungkin Indra pergerakan nya jadi lincah hihi.
Film yang dibawakan bukan sekitar mobil-mobil mewah ala-ala Fast& furious.
Mobil biasa, bahkan sekelas usang, tapi film ini membawakan cerita dengan begitu apik di tambah dengan soundtrack- sountrack yang memang pas banget buat menemani film ini.
Dari awal udah di ceritain, si ganteng Baby harus bekerja dengan seorang mafia dalam melakukan tindakan kriminal.
Baby disini bukan orang jahat, tugas nya cuma nyetirin pencuri-pencuri kelas kakap.
Dia harus nyetir karena punya hutang, ya dia kebagian duit juga walau gak banyak. Pokonya Bos nya Baby bukan bisa tukang peres, baik aja.
Adegan-adegan kriminal dan lari dari kejaran aparat polisi yang akan membuat Dan anda akan terpukau, serasa dibuat sesak dengan adegan demi adegan.lari dari satu jalan, mencari jalan lain.
Bagusnya film ini masih masuk diakal saya, sangat berbeda dengan fast furious yang semakin tidak masuk akal. Tidak ada mobil terbang dari gedung- ke gedung.
Cerita begitu apik, romansa yang begitu minim tapi sangat menyentuh,. Kisah keluarga Baby yang sedikit miris. Baby bukan orang jahat. Ia hanya pemuda baik dan masuk kategori jenius yang terperangkap dalam kriminalitas.
Akhirnya? Baby hanya nama samaran, nama aslinya Miles yang berakhir menjadi anak remaja yang bercita-cita membeli mobil dan mendengarkan musik favoritnya bersama Debby sang kekasih #lol bukan ding
Silahkan tonton. Anda tidak akan menyesal, saya menonton dua kali. Dan masih terpukau dengan film ini. Very recommended.
3. Coco
Pertama nonton saya agak sanksi, lah kenapa ada Frozen dan olaf. Ternyata memang diselipi film pertualangan olaf di beberapa menit sebelum film Coco ditayangkan. Mengganggu? Menurut saya iya. Secara pribadi olaf atau Frozen sudah bagus dengan endding nya . Dan biarlah dia indah dengan ceritanya, tidak usah di ungkit lagi. Atau dipaksakan. Tapi kalau boleh jujur banyak anak-anak 1-10 tahun yang lebih banyak bahagia dengan film olaf sendiri daripada Coco. yasudahlah itu hanya masalah selerah saja.
Lanjut? Lanjut...
Coco ini cerita tentang anak muda yang bernama Miguel (Yas nama Mexico) yang memiliki cita-cita menjadi musisi. Tapi di keluarga anak sendiri menjadi musisi adalah haram hukumnya, alias kaga boleh.
Cerita punya history, kakek buyut si Miguel rupanya dulu juga musisi, yang ninggalin keluarga dan merantau demi jadi musisi. Tapi tidak pernah kembali.
Miguel anak yang baik, tapi suka menikmati musik secara diam-diam karena selalu di larang keluarganya.
Keluarga nya orang Mexico kental, yang artinya ada hari kematian dimana mengenang keluarga-keluarga yang sudah tiada
Jadi bertepatan hari peringatan hari kematian (day for the deaths)
Miugel harus di hadapkan dengan dua pilihan, dia harus ikut audisi atau kumpul sama keluarganya. Singkat cerita Miugel ini masih umur naif, dia ambil keputusan kalau harus ikut audisi, walau harus cek-cok sama keluarganya, sampai gitar nya Miugel itu dibanting dan hancur.
Miugel yang mau audisi mencari cara biar bisa ikut audisi, ya dia mencuri gitar sang legendaris.
Petikan gitar pertama
BOOMB! Kutukan terjadi.
Miugel sudah berada didalam orang-orang yang mati, disinilah pertualangan dimulai. Dimana Miugel harus meminta restu dengan keluarga-keluarga nya yang sudah wafat (kakek buyut,nenek buyut) memberi restu agar Miugel kembali dalam 1x 24 jam.
Keluarga Miugel yang sudah mati bukan nya sulit memberi restu, tapi banyak cerita tersembunyi yang tidak bisa saya spoilerin semua.
Drama keluarga, yang sangat menyentuh. Beberapa orang mengaku menangis menonton ini. Tapi saya tidak, cuma saya sangat suka dengan ide cerita ini.
Buat kalian yang pernah nonton film book of life, cerita nyaris mirip. Hanya book of life lebih cenderung ke arah romantisme. Kalau Coco nyaris di keluarga .
Seperti ada pembelajaran unik dari si Coco, life after death. Pentingnya mendoakan orang yang sudah tiada.
Thats pretty unik i guest.
So please watch it guys.
Sekian dulu, semoga menginspirasi.
Feby Dyanna
ambisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar