Senin, 18 Mei 2015

Selamat tinggal engkau bakira-jewon

Begitu pilu jika di tinggalkan oleh hal-hal terkasih, dia jelas bukan hanya seekor kucing. Dia sahabat ku sejak 8 tahun lalu. Dia tidak bisa menemani ku selamanya karena dia begitu rapuh beberapa hari ini.
Tidak akan ada yang menunggu ki lagi saat pulang, tidak akan ada lagi suara nya yang berisik, tidak akan ada lagi dia yang tidur dibawah kaki ku dengan lucunya.
Dia pergi, ke surga.

Tiba-tiba saja semua kenangan bersamanya bagaikan putaran film hitam putih yang begitu menyiksa tapi tetap hangat dengan berbagai banyak rasa di setiap cuplikan nya.
Saat pertama kali ibunda membawakan nya, saat dia bermain dengan lucunya saat ku menangis dia tidak pulang saat dia tidak pernah mengigitku dengan lembut ya. Tingkah lucu nya saat sedang lapar. Kemarahan nya saat dulu tiba dia harus mandi. Aku mengingat nya .

Tuhan lapangkanlah dada ku, biarlah kenangan itu tersimpan hangat dengan kenangan-kenangan manis lain nya. Biarlah pilu ku hilang dimakan oleh waktu, biarlah kesedihan ku malam ini membuat nya tersenyum di surga. 


Selamay jalan sweet hear bakira-jewon.
Terimakasih untuk kediran mu dalam hidupku. 😭🐈

Rabu, 06 Mei 2015

Terimakasih untuk Mereka….

Mereka hanya manusia biasa, yang tidak bisa memberi  limpahan materi, mereka hanya insan ciptaan gusti  Allah yang penuh dengan keterbatasan , baik dari segi finansial maupu karakter. Mereka hanyalah manusia biasa yang terus berusaha membuat kebahagiaan kita  yang tidak pernah kekal . Mereka hanya manusia yang terus melanjutkan kehidupan walupun dunia terus mengikis perasaan mereka .Mereka adalah orangtua ku… ayah … ibu … segalanya untuk ku.
Hari ini suara ayah begitu jauh rasanya, tapi terdengar begitu bertanggung jawab disana.  Detak jantung ibu terasa begitu lelah hari ini untuk mebahagiakan anak nya. Kadang sempat berfikir , kita belum bisa membalas setitik kebahagiaan pun untuk mereka. Tapi kita selalu menuntut untuk lebih dan lebih.  Mungkin mereka tidak akan pernah membaca isi hati anak mereka,tapi ketahuilah mereka sangat berarti bagi kita.
Mungkin dia memang sempat membanjiri air mata di pipi anak-anak nya tapi maaf selalu terbuka lebar untuk sebuah keluarga. Karena keluarga begitu banyak gambaran nya.. banyak ceritanya.. kau tidak bia menilai  sebuah keluarga buruk atau tidak. Mereka yang mengalami nya, mereka yang ada di dalam nya dengan berbagai karakter… kita tidak bisa menghakimi sebuah keluarga…
Siapapun kalian ayah ibu ku terima kasih ….

May Allah  pay for your kindess heart aminnn…

Jumat, 01 Mei 2015

"Sayangkah Tuhan Padaku? "


  Mungkin gue buat catatan-catatan ini lebih kearah gue lagi depress banget. 
Belakangan masalah gue bener-bener di luar kedali.  banyak kegiatan luar rumah yg gue hindari, misal temen ajakin gue keluar gue gak mau gue gak mau ada masalah baru. Bahkan mengurung diri dalam kamar bisa ada masalah. Itu lah hidup. dan ajaibnya di kepala gue sendiri bisa lahir masalah . 

 Entah kenapa gue malah buat note beginian, Gue juga gak tau apa yang mau di tulis dari tulisan ini. Sewaktu-waktu ada dialog.

A;" hidup gue kok enak banget ya semua nya serba ada , semua masalah juga terlewati gue takut ntr kehidupan gue slanjutnya malah kenak sial bertubi-tubi".
Gw; "ya syukuri aja lah."
A; "gue srius ini."
Gw; "ya kehidupan  orang kan beda-beda mana pula gue pahami kehidupan lu"

 Dari dialog diatas gue sebenarnya ada kandungan rasa cemburu,  siapa yang tidak cemburu saat gue lagi kenak masalah bertubi-tubi sekarang , teman malah bilang hidupnya gak penah ada masalah. Apakahtuhan sayang banget sama dia sampe-sampe gue dikasih masalah sebanyak-banyak nya. Dan tmen gue malah gak pernah punya masalah?

 Gue pernah mikir hidup gak punya masalah itu bukan hidup. Tapi hidup penuh masalah juga neraka jahanam.
Tapi sebenarnya masalah juga yangajarkan mu menjadi dewasa.
Lebih tenang, lebih bijak untuk kehidupan selanjutnya.

Jadi apakah benar tuhan tak sayang padaku? Dan hanya sayang sama dia?

Tentu tidak.. Tuhan sayang sama gue... Walau gue menghindar dari dia tapidia tetap ajarin gue buat dewasa.